/* Kotak Banner ===================== */ #Box-Banner-ads { margin: 0px; padding: 5px; text-align: center; } #Box-Banner-ads img { margin: 0px 8px 4px 0px; padding: 3px; text-align: center; border: 3px outset #c0c0c0; } #Box-Banner-ads img:hover { margin: 0px 8px 4px 0px; padding: 3px; text-align: center; border: 3px inset #333; }

Jumat, 08 Juni 2012

“Sterilisasi pada Pria (MOP)”



MAKALAH
PELAYANAN KB
”KB SUNTIK HORMONAL”
DOSEN PENGAJAR:
NOOR JANNAH,S.KM,MM





Di susun Oleh:Kelompok 5
KHAIRTUNNISA           032401SO100
LINDA P.S                      032401SO100
MALINA                         032401SO100
NIDA HERAWATI               032401SO10079
NOR HELDA AYU              032401SO10085
NORHIKMAH                      032401SO10089
NOVEAWATY                      032401SO10092
NOVIA ZUVITA DEWI       032401SO10093

Kelas B (semester IV)


AKADEMI KEBIDANAN MARTAPURA
YAYASAN KOPRI KABUPATEN BANJAR
TAHUN AJARAN 2011/2012
KATA PENGHANTAR


            Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat ALLAH SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang KB SUNTIK HORMONAL.
            Dalam menyelesaikan makalah ini kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Noor Jannah, S.KM,MM selaku dosen PELAYANAN KB kami, serta kepada teman-teman dan pihak lainnya yang sudah ikut membantu, baik dengan tenaga,pikiran dan bentuk bantuan lainnya. Maka dari itu, sudah sepatutnya kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-basarnya kepada orang-orang tersebut.
            Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini.
            Akhirnya kami semua berharap semoga makalah ini bisa diterima dengan baik dan dapat bermanfaat bagi kita semua, baik pada masa sekarang hingga masa yang akan datang. Amin.




Martapura, Pebruari 2012



Penyusun





DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................................ i
KATA PENGANTAR.............................................................................................. ii
DAFTAR ISI............................................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN
1.2 Latar Belakang..................................................................................................... 1
1.3 Manfaat Penulisan................................................................................................ 2

BAB II ISI
2.1 Definisi KB suntik Hormonal.............................................................................. 3
2.2 Jenis-jenis KB suntik Hormonal........................................................................... 3
2.2.1 Suntikan Kombinasi................................................................................ 3
2.2.2 Suntikan Progestin................................................................................... 12
2.3 Prosedur Klinik Kontrasepsi Suntik..................................................................... 22
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan........................................................................................................... 28
3.2 Saran................................................................................................................ .... 29
DAFTAR PUSTAKA




 
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang

Kontrasepsi berasal dari kata kontra yang berarti mencegah atau melawan, sedangkan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur yang matang dan sel sperma yang mengakibatkan kehamilan. Maksud dari kontrasepsi adalah menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma.
Di Indonesia sejak zaman dulu telah dipakai obat dan jamu yang maksudnya untuk mencegah kehamilan. Di Indonesia keluarga berencana modren mulai dikenal pada tahun 1953. Pada waktu itu sekelompok ahli kesehatan, kebidanan, dan tokoh masyarakat telah mulai membantu masyarakat memecahkan masalah-masalah pertumbuhan penduduk.1
Secara ringkas, inovasi teknologi kontrasepsi dimulai dengan cara sederhana seperti kondom, pil KB, suntik, susuk dan akhirnya cara yang sangat mantap yaitu kontrasepsi pembedahan seperti tubektomi dan vasektomi.
Misi Program KB Nasional salah satunya adalah meningkatkan kualitas pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi. Hasil studi pendahuluan di BPS ANISA Jakarta terhadap 10 akseptor KB suntik, dimana 6 akseptor (60%) diantaranya tidak mengetahui tentang KB suntik, dan 4 (40%) diantaranya mengetahui tentang KB suntik. Ketepatan waktu suntik kembali sangat penting bagi akseptor KB suntik tersebut karena bila tidak tepat untuk suntik kembali maka dapat menyebabkan kehamilan.
Pengertian Keluarga Berencana (KB) menurut UU No. 10 th 1992 adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil bahagia dan sejahtera.
Program KB secara Nasional berkaitan erat dengan program Nasional di bidang kesehatan, karena program KB Nasional bersifat mendukung dan mempunyai sasaran serupa dengan program kesehatan. Program Keluarga Berencana Nasional memberikan arahan kebijakan untuk meningkatkan kualitas penduduk melalui pegendalian kelahiran, memperkecil angka kematian dan peningkatan kualitas program KB.
Program Keluarga Berencana (KB) salah satunya KB suntik pada dasarnya kurang berhasil yang dipengaruhi oleh pendidikan, pekerjaan, tingkat pengetahuan ibu, sikap, jumlah anak, dukungan suami.

1.2  Manfaat Penulisan

Salah satu yang mempengaruhi kurangnya kepatuhan pemakaian KB suntik salah satunya tingkat pengetahuan ibu, sikap dan faktor pendukung lainnya, dimana sikap yang positif tentang KB diperlukan pengetahuan yang baik, demikian sebaliknya bila pengetahuan kurang maka kepatuhan menjalani program KB suntik juga akan berkurang.
Diharapkan Makalah ini berguna untuk Para petugas kesehatan agar dapat memperkaya ilmu pengatahuan terhadap KB dan bisa memberikan penjelasan terhadap pengguna KB, dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya KB serta turut dalam Mensukseskan program KB yang telah dibuat pemerintah.








BAB II
ISI
2.1 Definisi KB Suntik
Kotrasepsi suntik adalah alat kontasepsi yang disuntikan ke dalam tubuh dalam jangka waktu tertentu, kemudian masuk ke dalam pembuluh darah diserap sedikit demi sedikit oleh tubuh yang berguna untuk mencegah timbulnya kehamilan.
Kontraspsi suntik adalah alat kontrasepsi berupa cairan, yang hanya berisi hormone progesterone disuntikkan ke dalam tubuh wanita secara periodic.
Kontrasepsi suntikan adalah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan melalui suntikan hormonal. Kontrasepsi hormonal jenis KB suntikan ini di Indonesia semakin banyak dipakai karena kerjanya yang efektif, pemakaiannya yang praktis, harganya relatif murah dan aman.
Sebelum disuntik, kesehatan ibu harus diperiksa dulu untuk memastikan kecocokannya. Suntikan diberikan saat ibu dalam keadaan tidak hamil. Umumnya pemakai suntikan KB mempunyai persyaratan sama dengan pemakai pil, begitu pula bagi orang yang tidak boleh memakai suntikan KB, termasuk penggunaan cara KB hormonal selama maksimal 5 tahun.

2.2 Jenis-jenis KB Suntik Hormonal

2.2.1 Suntikan Kombinasi
Jenis suntikan kombinasi adalah 25mg Depo Medroksiprogesteron Asetat dan 5mg Estradiol Sipionat yang diberikan injeksi IM sebulan sekali (Cyclofem), dan 50mg Nouretindron Enantat dan 5mg Estradiol Valerat yang diberikan injeksi IM sebulan sekali.
Contoh : cyclofem

Cara kerja
·         Menekan ovulasi
·         Membuat lender servik menjadi kental dan penitrasi sperma terganggu
·         Perubahan pada endometrium (autrofi) sehingga inflantasi terganggu
·         Menghambat transfortasi gamet oleh tuba
Pemberian hormon progestin akan menyebabkan pengentalan mukus serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma. Hormon tersebut juga mencegah pematangan dan pelepasan sel telur. Endometrium menjadi tipis dan atrofi dengan berkurangnya aktifitas kelenjar. Selain itu akan merangsang timbulnya haid setiap bulan.
Efektifitas
Kontrasepsi suntik adalah kontrasepsi sementara, macam-macam suntikan tersebut telah dibuktikan sangat baik, dengan angka kegagalan kurang dari 0,1 % per 100 wanita selama tahun pertama penggunaan.
Keuntungan
·         Sangat efektif (99,6%)
·         Risiko kesehatan kecil
·         Tidak berpengaruh terhadap hubungan suami isteri
·         Periksa dalam tidak dibutuhkan pada saat pemeriksaan awal
·         Klien tidak perlu menyimpan obat suntik
·         Tidak mempengaruhi pemberian ASI, kecuali suntikan Cyclofem
·         Reaksi suntik sangat cepat (<24 jam)
·         Dapat digunakan oleh wanita tua (>35 tahun), kecuali Cyclofem
·         Mencegah kehamilan ektopik
·         Jangka panjang
·         Sangat efektif walaupun klien terlambat suntik 1 minggu dari jadwal yang telah ditentukan
·         Sangat berguna untuk klien yang tidak ingin hamil lagi, tetapi belum bersedia untuk mengikuti sterilisasi (tubektomi).
Kerugian
·         Kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan setelah penghentian pemakaian.
·         Harus kembali ke sarana pelayanan.
·         Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikutnya.
·         Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering
·         Dapat menyebabkan ketidakteraturan masalah haid
·         Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan penyakit menular seksual, hepatitis B, atau infeksi HIV.
·         Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan, dan keluhan seperti ini akan hilang setelah suntikan kedua atau ketiga.
·         Efektivitas berkurang bila digunakan bersamaaan dengan obat-obat epilepsi dan obat tuberklosis.
·         Dapat terjadi efek samping yang serius, seperti serangan jantung, stroke, bekuan darah pada paru atau otak, dan kemungkinan timbulnya tumor hati.
·         Kemungkinan terlambat pemulihan kesuburan setelah penghentian pemakaian.
Manfaat Kesehatan
·         Menurunnya jumlah darah haid setiap bulan, menurunkan nyeri perut.
·         Mengurangi kemungkinan penyakit kurang darah akibat kekurangan zat besi.
·         Mengurangi tanda atau gejala sindroma haid
·         Dapat melindungi kemungkinan penyakit radang panggul dan kanker indung telur karena progestin menyebabkan mukus serviks menebal, sehingga memepersulit penularan infeksi dari liang senggama atau serviks untuk mencapai saluran telur (penekanan ovulasi akan menyebabkan berkurangnya stimulasi dari sel epitel ovarium).
·         Mencegah terjadinya kanker endomertrium
·         Dapat digunakan pada wanita yang mempunyai penyakit darah sickle cell anemia
·         Dapat meningkatkan jumlah ASI pada ibu yang menyusui.
Indikasi Kontrasepsi Suntik
1.      Klien menghendaki pemakaian kontrasepsi jangka panjang atau telah mempunyai cukup anak sesuai keinginan tetapi belum ingin, belum siap atau belum bisa ikut tubektomi saat ini. Rasional : Suntikan KB adalah metoda kontrasepsi jangka panjang, efektif, dapat digunakan untuk jangka panjang (tak terbatas), pada pemakaian tidak menyebabkan permasalahan medis yang serius.
2.      Klien menghendaki pemakaian kontrasepsi yang tidak perlu dipakai setiap hari atau setiap bersenggama. Rasional : Suntikan Kb tidak perlu diberikan setiap hari atau ketika akan bersenggama. Para wanita yang menghadapi permasalahan dengan pemakaian cara-cara sederhana atau pelupa dalam minum pil setiap hari dapat dianjurkan untuk memakai kontrasepsi suntik. Setelah mendapatkan suntikan, maka yang dibutuhkan peserta suntik adalah mengingat waktu suntik ulang apakah 1, 2, atau 3 bulan tergantung pada jenis kontrasepsi uang dipakai.
3.      Klien tidak dapat memakai kontrasepsi yang mengandung esterogen, atau kalau meminumnya maka akan timbul gejala-gejala komplikasi pemakaian esterogen. Rasionalnya : Biasanya komplikasi atau efek samping disebabkan oleh komponen esterogen yang ada. Untuk itu, dapat dipakai suntikan KB yang hanya mengandung hormon progestin, sehingga cara ini dapat dipakai sebagai alternatif pilihan bagi peserta yang tidak tahan hormon esterogen.
4.      Klien sedang menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai. Rasionalnya : Menyusui tidak akan terpengaruh dengan pemakaian kontrasepsi suntik progestin, bahkan pada beberapa penelitian didapatkan bahwa pemakaian kontrasepsi suntik akan meningkatkan kuantitas ASI walaupun pemakaian kontrasepsi hormonal bukanlah pilihan utama bagi ibu yang menyusui, pemakaiannya tidak akan menyebabkan perubahan secara klinik baik pada perumbuhan dan perkembangan BBL maupun pemakaian setelah 6 minggu persalinan.
Yang Boleh Menggunakan Suntikan Kombinasi
·         Usia reproduksi
·         Telah memiliki anak, ataupun yang belum memiliki anak
·         Ingin mendapatkan kontrasepsi dengan efektivitas yang tinggi
·         Menyusui ASI pascapersalinan lebih dari 6 bulan
·         Pascapersalinan dan tidak menyusui
·         Anemia
·         Nyeri haid hebat
·         Haid teratur
·         Riwayat kehamilan ektopik
·         Sering menggunakan pil kontrasepsi
Yang Tidak Boleh Menggunakan Suntikan Kontrasepsi
·         Hamil atau diduga hamil
·         Menyusui di bawah 6 minggu pascapersalinan (masa nifas)
·         Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya
·         Penyakit hati akut
·         Usia lebih dari 35 tahun yang merokok
·         Riwayat penyakit jantung, stroke, atau dengan tekanan darah tinggi (lebih dari 180/110 mmHg)
·         Riwayat kencing manis atau diabetes kurang dari 20 tahun
·         Kelainan pembuluh darah yang menyebabkan sakit kepala atau migrain
·         Keganasan payudara
Waktu Mulai menggunakan Suntikan Kombinasi
·         Suntikan pertama dapat diberikan dalam waktu 7 hari siklus haid. Tidak diperlukan kontrasepsi tambahan
·         Bila suntikan pertama diberikan setelah hari ke-7 siklus haid, klien tidak boleh melakukan hubungan seksual selama 7 hari atau menggunakan kontrasepsi lain untuk 7 hari.
·         Bila klien tidak haid, suntikan pertama dapat diberikan setiap saat, asal saja dapat dipastikan ibu tersebut tidak hamil.
·         Bila klien pascapersalinan 6 bulan, menyusui, serta belum haid, suntikan pertama dapat diberikan, asal saja dapat dipastikan tidak hamil
·         Bila pascapersalinan lebih dari 6 bulan, menyusui, serta telah mendapat haid, maka suntikan pertama diberikan, asal saja dipastikan tidak hamil.
·         Bila pascapersalinan kurang dari 6 bulan dan menyusui, jangan beri suntikan kombinasi.
·         Bila pascapersalinan 3 minggu, dan tidak menyusui, suntikan kombinasi dapat diberi.
·         Pasca keguguran, suntikan kombinasi dapat segera diberikan atau dalam waktu 7 hari
·         Ibu yang sedang menggunakan kontrasepsi hormonal yang lain dan ingin menggantinya dengan kontrasepsi hormonal kombinasi. Selama ibu tersebut menggunakan kontrasepsi sebelumnya secara benar, suntikan kombinasi dapat diberikan tanpa perlu menunggu haid
·         Bila kontrasepsi sebelumnya juga kontrasepsi hormonal, dan ibu tersebut ingin menggantinya dengan suntikan kombinasi, maka suntikan kombinasi tersebut dapat diberikan sesuai jadwal kontrasepsi sebelumnya
·         Ibu yang menggunakan metode kontrasepsi non hormonal dan ingin menggantinya dengan suntikan kombinasi maka suntikan pertama dapat segera diberikan, asal diyakini ibu tersebut tidak hamil, dan pemberiaannya tanpa perlu menunggu datangnya haid. Bila diberikan pada hari 1-7 siklus haid, metode kontrasepsi lain tidak diperlukan. Bila sebelumnya menggunakan kontrasepsi AKDR, dan ingin menggantinya dengan suntikan kombinasi maka suntikan pertama diberikan hari 1-7 siklus haid. Cabut segera AKDR.
Cara Penggunaan
      Suntikan kombinasi diberikan setiap bulan dengan suntikan IM. Klien diminta datang setiap 4 minggu. Suntikan ulang dapat diberikan 7 hari lebih awal. Dengan kemungkinan terjadi gangguan perdarahan. Dapat juga diberikan setelah 7 hari dari jadwal yang telah ditentukan, asal ibu yakin tidak hamil. Tidak dibenarkan melakukan hubungan seksual selama 7 hari atau menggunakan metode kontrasepsi yang lain untuk 7 hari saja.
Keadaan yang memerlukan Perhatian Khusus
Keadaan
Anjuran
·         Tekanan darah tinggi
·         < 180/110 mmHg dapat diberikan, tetapi perlu pengawasan.
·         Kencing manis
·         Dapat diberikan pada kasus tanpa komplikasi dan kencing manisnya terjadi.
·         Migraine
·         Bila tidak ada gejala neurologic yang berhubungan dengan sakit kepala, boleh diberikan.
·         Menggunakan obat tuberkolusis /obat epilepsy
·         Berikan pil kontrasepsi kombinasi dengan 50 µg etinestradiol atau cari metode kontrasepsi lain.
·         Mempunyai penyakit anemia bulan sabit (Sickle cell)
·         Sebaiknya jangan menggunakan suntikan kombinasi.
Penanganan Efek Samping Yang Sering Terjadi
Efek Samping
Penanganan
·         Amenorea
Singkirkan kehamilan bila tidak terjadi kehamilan, pengobatan khusus. Jelaskan bahwa darah haid tidak berkumpul dalam rahim. Anjurkan klien untuk kembali ke klinik bila tidak datangnya haid masih terjadi masalah.bila klien hamil rujuk klien.hentikan penyuntikan,dan jelaskan bahwa hormone progestin dan estrogen sedikit sekali pengaruhnya pada janin.
·         Mual/pusing/Muntah
Pastikan tidak ada kehamilan, bila hamil rujuk,bila tidak hamil informasikan,bahwa hal ini adalah hal biasa dan akan hilang dalam waktu dekat.
·         Perdarahan/bercak/spotting
Bila hamil,rujuk. Bila tidak hamil cari penyebab perdarahan yang lain.bila perdarahan berkelanjut dan mengkhawatirkan klien, metedo kontrasepsi yang lain perlu di cari.
Instruksi Untuk Klien
·         Klien harus kembali kedokter/klinik untuk mendapatkan suntikan kembali setiap 4 minggu.
·         Bila tidak haid lebih dari 2 bulan, klien harus kembali kedokter/klinik untuk memastikan hamil atau tidak nya.
·         Jelaskan efek samping tersering yang di dapat pada penyuntikan dan apa yang harus dilakukan hal tersebut terjadi. Bila Klien Mengeluh Mual, sakit kepala, atau nyeri payudara, serta perdarahan, informasikan kalau keluhan tersebut sering ditemukan, dan biasanya akan hilang pada suntikan ke-2 dan ke-3.
·         Apabila klien sedang menggunakan obat-obatan tuberculosis atau obat epilepsy, obat-obatan tersebut dapat mengganggu efektivitas kontasepsi yang sedang digunakan.

Tanda-tanda yang harus Diwaspadai pada Penggunaan Suntikan Kombinasi
·         Nyeri dada hebat atau sesak nafas pendek. Kemungkinan adanya bekuan darah di paru atau serangan jantung.
·         Sakit kepala hebat atau gangguan penglihatan. Kemungkinan terjadi stroke, hipertensi atau migraine.
·         Nyeri tungkai hebat. Kemungkinan terjadi sumbatan pembuluh darah pada tungkai.
·         Tidak terjadi perdarahan atau spotting selama7 hari sebelum suntikan berikutnya, kemungkinan telah terjadi kehamilan.

2.2.2 Kontrasepsi Suntikan Progestin
Suntikan Progestin ini tersedia dalam 2 jenis yaitu Depo Medroksiprogesteron Asetat (Depoprovera), mengandung 150 mg DMPA, yang diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntik IM (di daerah bokong) dan Depo Noretisteron Enantat (Depo Noristerat) yang mengandung 200 mg Noritindron Enantat, diberikan setiap 2 bulan dengan disuntik IM.
Profil
·         Sangat efektif
·         Aman
·         Dapat dipakai oleh semua perempuan dalam usia reproduksi
·         Kembalinya kesuburan lebih lambat, rata-rata 4 bulan
·         Cocok untuk masa laktasi karena tidak menekan produksi ASI
Cara Kerja
o    Mencegah ovulasi
o    Mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma
o    Menjadikan selaput lendir rahim tipis
o    Menghambat pengangkutan gamet oleh tuba
Efektivitas
Kontrasepsi suntik progestin memiliki efektivitas yang sangat tinggi, dengan 0,3 kehamilan per 100 perempuan per tahun, asal penyuntikan dilakukan sesuai jadwal dan secara teratur.
Keuntungan
·         Sangat efektif
·         Pencegahan kehamilan jangka panjang
·         Tidak berpengaruh terhadap hubungan seksual
·         Tidak mengandung esterogen sehingga tidak berdampak serius terhadap penyakit jantung, dan gangguan pembekuan darah
·         Tidak memiliki pengaruh terhadap ASI
·         Sedikit efek samping
·         Klien tidak perlu menyimpan obat suntik
·         Dapat digunakan oleh perempuan usia lebih dari 35 tahun sampai perimenopause
·         Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik
·         Menurunkan kajadian penyakit jinak payudara
·         Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul
·         Menurunkan krisis anemia bulan sabit
Kekurangan
·         Sering ditemukan gangguan haid, seperti :
o    Siklus haid yang memendek atau memanjang
o    Perdarahan yang banayk atau sedikit
o    Perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak
o    Tidak haid sama sekali
·         Klien sangat bergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan
·         Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikutnya
·         Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering
·         Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual, hepatitis B, atau infeksi virus HIV
·         Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian
·         Terlambatnya kembali kesuburan bukan karena terjadinya kerusakan atau kelainan pada organ genitalia, melainkan karena belum habisnya pelepasan obat suntikan dari deponya.
Yang Dapat Menggunakan Kontrasepsi Suntikan Progestin
·         Usia reproduksi
·         Menghendaki kontrasepsi jangka panjang dan memiliki efektivitas tinggi
·         Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai
·         Setelah melahirkan dan tidak menyusui
·         Setelah abortus atau keguguran
·         Perokok
·         Tekanan darah kurang dari 180/110 mmHg, dengan masalah gangguan pembekuan darah atau anemia
·         Menggunakan obat untuk epilepsi atau obat tuberklosis
·         Tidak dapat menggunakan kontrasepsi yang mengandung esterogen
·         Sering lupa menggunakan pil kontrasepsi
·         Mendekati usia menopause
Yang Tidak Boleh Menggunakan Kontrasepsi Suntikan Progestin
·         Hamil atau dicurgai hamil
·         Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya
·         Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid
·         Menderita kanker payudara
·         Diabetes mellitus
Waktu Mulai Menggunakan Kontrasepsi Suntikan Progesteron
·         Setiap saat selama siklus haid,asal ibu tersebut tidak hamil
·         Mulai hari pertama sampai hari ke 7 siklus haid
·         Para ibu yang tidak haid,injeksi pertama dapat diberikan setiap saat, asalkan saja ibu tersebut tidak hamil.selama 7 hari setekah suntukan tidak boleh melakuikan hubungan seksual
·         Ibu yang menggunakan kontrasepsi hormonal lain dan ingin mengganti dengan kontrasepsi suntikan, bila ibu telah  menggunakan kontrasepsi hormonal sebelumnya secara benar,dan ibu tersebut tidak hamil, suntikan pertama dapat segera diberikan.tidak perlu menunggu sampai haid berikutnya datang.
·         Bila ibu menggunakan jenis kontrasepsi jenis lain dan ingin menggantinya dengan jenis kontrasepsi suntikan yang lain lagi, kontrasepsi suntikan yang akan diberikan dimulai pada saat jadual kontrasepsi suntikan yang sebelumnya.
·         Ibu yang menggunakan kontrasepsi nonhormonal dan ingin menggantinya dengan kontrasepsi hormonal, suntikan pertama kontrasepsi hormonal yang akan diberikan dapat segera diberikan, asal saja ibu tersebut tidak hamil,dan pemberiannya tidak perlu menunggu haid berikutnya datang.bila ibu disuntik setelah hari ke 7 haid, ibu tersebut selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual.
·         Ibu ingin menggunakan AKDR dengan kontrasepsi hormonal. Suntikan pertama dapat di berikan pada hari pertama sampai hari ke 7 siklus haid, atau dapat diberikan setiap saat setelah hari ke 7 siklus haid, asal saja yakin ibu tersebut  tidak hamil.
·         Ibu tidak haid atau ibu dengan perdarahan tidak teratur, suntikan pertama dapat diberikan setiap saat,asal saja ibu tersebut tidak hamil, dan selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan sexsual.
·         Kontrasepsi suntikan DMPA diberikan setiap 3 bulan  dengan cara disuntik intramuscular dalam di daerah pantan. Apabila suntikan diberikan terlalu dangkal, penyerapan kontrasepsi suntikan akan lambat dan tidak bekerja segera dan efektif. Suntikan diberikan setiap 90 hari. Pemberian kontrasepsi suntikan noristerat untuk 3 injeksi berikutnya di berikan setiap 8 minggu. Mulai dengan injeksi kelima diberikan setiap 12 minggu.
·         Bersihkan kulit yang akan disuntik dengan kapas alcohol yang dibasahi oleh etil/isopropyl alcohol 60-90%. Biarkan kulit kering sebelum suntik. Setelah kulit kering baru disuntik.
·         Kocok dengan baik, dan hindarkan terjadinya gelambung-gelambung udara. Kontrasepsi suntik tidak perlu didinginkan. Bila terdapat endapan putih pada dasar ampul,upayakan menghilangkanya dengan menghangatkannya.

Informasi Lain Yang Perlu Disampaikan
·         Cara pemberian kontrasepsi suntikan dapat pada Gambar 16-1
·         Kontrasepsi suntikan DMPA diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntik IM dalam di daerah pantat.Apabila suntikan terlalu dangkal ,penyerapan kontrasepsi suntikan akan lambat dan tidak bekerja segera dan efektif.Suntikan diberikan setiap 90 hari .Pemberian kontrasepsi suntikan Noristerat untuk 3 injeksi berikutnya diberikan setiap 8 minggu. Mulai dengan injeksi kelima diberikan setiap 12 minggu.
·         Bersihkan kulit yang akan disuntik dengan kapas alcohol yang dibasahi oleh etii/isopropyl alcohol 60-90 %. Biarkan kulit kering sebelum di suntik.Setelah kulit kering baru disuntik.
·         Kocok dengan baik ,dan hindarkan terjadinya gelembung-gelembung udara.Kontrasepsi suntik tidak perlu didinginkan.Bila terdapat endapan putihpada dasar ampul,upayakan menghilangkannya dengan menghangatkannya.

Informasi Lain yang Perlu Disampaikan
·         Pemberian kontrasepsi suntikan sering menimbulkan gangguan haid (amenorea).Gangguan haid ini biasanya bersifat sementara dan sedikit menganggu kesehatan.
·         Dapat terjadi efek samping seperti peningkatan berat badan,sakit kepala,dan nyeri payudara.Efek-efek samping  ini jarang ,tidak berbahaya,dan cepat hilang.
·         Karena terlambat kembalinya kesuburan,penjelasan perlu diberikan pada ibu usia muda yang ingin menunda kehamilannya,atau bagi ibu yang merencanakan kehamilan berikutnya dalam waktu dekat.
·         Setelah suntikan dihentikan ,haid tidak segera datang . Haid  baru datang kembali pada umumnya setelah 6 bulan.Selama tidak haid tersebut dapat saja terjadi kehamilan.Bila setelah 3-6 bulan tidak haid,klien harus kembali ke dokter atau tempat pelayanan kesehatan untuk dicari penyebab tidak haid tersebut.
·         Bila klien tidak dapat kembali pada jadwal yang telah di tentukan ,suntikan dapat diberiakan 2 minggu sebelum jadwal.Dapat juga suntikan diberiakan 2 minggu setelah jadwal yang di tetapkan,asal saja tidak terjadi kehamilan.Klien tidak dibenarkan melakukan hubungan seksual selama 7 hari,atau menggunakan metode kontrasepsi lainnya selama 7 hari. Bila perlu dapat juga menggunakan kontrasepsi darurat.
·         Bila klien,misalnya sedang menggunakan salah satu kontrasepsi suntikan dan kemudian meminta untuk di gantikan dengan kontrasepsi suntikan yang lain,sebaiknya jangan dilakukan.Andaikata terpaksa juga dilakukan,kontrasepsi yang akan diberikan tersebut diinjeksi sesuai dengan jadwal suntikan dari kontrasepsi hormonal yang sebelumnya.
·         Bila klien lupa jadwal suntikan,suntikan dapat segera diberikan,asal saja diyakini ibu tersebut tidak hamil.

Peringatan bagi Pemakai Kontrasepsi Suntikan Progestin
·         Setiap terlambat haid harus dipikirkan adanya kemungkinan kehamilan
·         Nyeri abdomen bawah yang berat kemungkinan gejala kehamilan ektopik  terganggu
·         Timbulnya abses atau perdarahan tempat injeksi
·         Sakit kepala migraine,sakit kepala berulang yang berat ,atau kaburnya penglihatan
·         Perdarahan berat yang 2 kali lebih panjang dari masa haid atau 2 kali lebih banyak dalam satu periode masa haid.
Bila terjadi hal-hal yang disebutkan di atas ,hubungi segara tenaga kesehatan ,atau klinik.

Penanganan Gangguan Haid
Amenorea
·         Tidak perlu dilakukan tindakan apa pun.Cukup konseling saja
·         Bila klien tidak dapat menerima kelainan haid tersebut ,suntikan jangan dilanjutkan . Anjurkan pemkaian jenis kontrasepsi yang lain.
Perdarahan
·         Perdarah ringan atau spotting sering dijumpai,tetapi tidak berbahaya.
·         Bila paedarahan / spotting terus berlanjut atau bsetelah tidak haid ,namun kemudian terjadi perdarahan ,maka perlu dicari penyebab perdarahan tersebut .Obatilah penyebab perdarahan tersebut dengan cara yang sesuai.Bila tidak ditemukan penyebab terjadionya perdarahan,tanyakan apakah klien masih ingin melanjutkan suntiakan,dan bila tidak,suntikan jangan dilanjutkan lagi ,dan carikan kontrasepsi jenis lain.
·         Bila ditemukan penyakit radang panggul atau penyakit akibat hubungan seksual, klien perlu diberi pngobatan yang sesuai dan suntikan dapat terus dilanjutkan.
·         Bila perdarahan banyak atau memanjang (lebih dari 8 hari) atau 2 kali lebih banyak dari perdarahan yang biasanya di alami pada siklus haid normal,jelaskan  bahwa hal tersebut  biasanya terjadi  pada bulan pertama suntikan.
·         Bila gangguan tersebut menetap ,perlu dicari  penyebabnya dan bila ditemukan kelaianan ginekologik,klien perlu diobati atau dirujuk.
Bila perdarahan yang terjadi mengancam kesehatan klien atau klien tidak dapat menerima hal tersebut,suntikan jangan dilanjutkan lagi. Pilihan jenis kontrasepsi yang lain.Untuk mencegah anemia perlu diberi preparat besi dan anjurkan mengkonsumsi  makanan yang banyak mengandung zat besi


Keadaan yang Memerlukan Perhatian Khusus

Keadaan
Anjuran
Penyakit Hati Akut (virus)
Sebaiknya jangan Menggunakan kontasepsi suntikan
Penyakit Jantung
Sebaiknya jangan Menggunakan kontasepsi suntikan
Stroke
Sebaiknya jangan Menggunakan kontasepsi suntikan


Instruksi bagi Klien
Klien harus kembali ketempat pelayanan kesehatan atau klinik untuk mendapatkan suntikan kembali setiap 12 minggu untuk DMPA atau setiap 8 minggu untuk Noristerat.

Penanganan efek samping Yang Sering dijumpai

Efek Samping
Penanganan
·         Amenore (tidak terjadi perdarahan/spotting)
·         Bila tidak hamil, pengobatan apa pun tidak perlu. Jelaskan bahwa darah haid tidak berkumpul dalam rahim. Nasehati untuk kembali keklinik.
·         Bila telah tejadi kehamilan, rujuk klien. Hentikan penyuntikan.
·         Bila terjadi kehamilan ektopik, rujuk klien segera.
·         Jangan berikan terapi hormonal untuk menimbulkan perdarahan karena tidak akan berhasil. Tunggu 3-6 bulan kemudian, bila tidak terjadi perdarahan juga, rujuk keklinik.
·         Perdarahan /perdarahan bercak(spotting)
·         Informasikan bahwa perdarahan ringan sering dijumpai, tetapi hal ini bukanlah masalah serius, dan biasanya tidak memerlukan pengobatan. Bila klien tidak dapat menerima perdarahan tersebut dan ingin melanjutkan suntikan dapat disarankan 2 pilihan pengobatan :
·         1 Siklus pil kontrasepsi kombinasi (30-35 µg etinilestradiol), ibuprofen (sampai 800 mg, 3x/hari untuk 5 hari), atau obat sejenis lain. Jelaskan bahwa selesai pemberian pil kontrasepsi kombinasi dapat terjadi perdarahan. Bila terjadi perrdarahan banyak selama pemberian suntikan ditangani dengan pemberian 2 tablet pil kontrasepsi kombinasi/hari selama 3-7 hari lanjutkan dengan 1 siklus pil kontrasepsi hormonal, atau beri 50 µg etinilestradiol atau 1,25 mg estrogen equin konjugasi untuk 14-21 hari.
·         Meningkatkan/menurunnya berat badan.
·         Informasikan bahwa kenaikan/penurunan berat badan sebayak 1-2 kg dapat saja terjadi. Perhatikan diet klien bila terjadi perubahan berat badan yang terlalu mencolok. Bila berat badan berlebihan, hentikan suntikan dan anjurkan metode kontrasepsi lain.

3.1 Prosedur Klinik Kontrasepsi Suntik
Penggunaan alat kontraseptik suntik seperti, depo Provera, merupakan suatu tindakan invansif. Karena menembus pelindung kulit, penyuntikan harus di lakukan hati-hati untuk mencegah infeksi. Kekhawatiran lain adalah meningkatnya masalah penyebaran virus hepatitis B, hepatitis C , dan AIDS kepada klien , Provider dan petugas klinik, khususnya petugas kebersihan  dan rumah tanggga . untuk mengurangi resiko tersebut , sedapat-dapatnya gunakan jarum dan alat suntik sekali pakai atau alat suntik jenis baru , yaitu “autodisable syringe “. Bila menggunakan jarum  dan alat suntik pakai ulang (reusable), Setelah digunakan , dekontaminasi segera dengan direndam dalam larutan klorin 0,5% atau disinfektan lain yang tersedia di daerah setempat.
Upaya tersebut, bila digabung dengan pembuangan jarum dan alat suntik dengan benar, dapat melindungi petugas klinik , khususnya petugas kebersiahan dan rumah tangga, dari kemungkinan tertular virus hepatitis B, hepatitis C dan AIDS akibat luka tusuk jarum suntik. Setelah didekontaminasi, jarum dan alat suntik  pakai ulang harus dicuci dan dibilas sampai benar-benar bersih dan kemudian disterilisasi atau didiinfeksi tingkat tinggi.
                                                                                               
PELAKSANAAN PELAYANAN
Ruang untuk pasien rawat jalan  maupun ruang perawat dapat di gunakan untuk pemberian kontrasepsi suntik. Bila mungkin, ruangan tersebut harus berada jauh dari daerah ramai di lingkungan klinik atau rumah sakit. Ruangan tersebut harus  :
·         Mendapat cahaya yang memadai
·         Menggunakan lantai keramik atau semen agar mudah dibersihkan
·         Bebas dari debu dan serangga
·         Memiliki ventilasi yang baik
Fasilitas untuk mencuci tangan harus memadai dan tersedia di ruangan tersebut , termasuk persediaan air bersih yang mengalir, serta tersedia wadah atau kantung plastic untuk pembuangan limbah dekontaminasi. Wadah tahan tusuk harus diletakan di tempat yang aman untuk pembuangan jarum dan alat suntik.
Persiapan klien
Karena kulit tidak mungkin destrilisasi ,antiseptic digunakan untuk meminimalkan jumlah mikrooorganisme pada kulit tempat suntikan harus dilaksanakan. Hal ini mutlak harus dilakukan untuk mengurangi kemungkinan resiko infeksi pada lokasi suntik.
·         Periksa daerah suntik apakahn bersih atau kotor
·         Bila lengan atas atau pantat yang akan disuntik terlihat kotor , calon klien di minta membersihkannya dengan sabun dan air.
·         Biarkan daerah tersebut kering.

Persiapan yang dilakukan petugas
·         Langkah 1 : cuci tangan dengan sabun  dan bilas dengan air mengalir. Keringkan dengan handuk atau dianginkan.
·         Langkah 2       :Buka dan buang tutup kaleng pada vial yang menutupi karet. Hapus karet yang ada dibagian atas vial ddengan kapas yang telah dibasahi dengan kapas alcohol 60% - 90%. Biarkan kering.
·         Langkah 3 : bila menggunakan jarum dan sempritn suntik sekali pakai , segera buka plastiknya.
·         Bioa menggunakan jarum dan semprit suntik yang telah disterilkan dengan DTT, pakai korentang yang di DTT untuk mengambilnya.
·         Catatan : jangan pakai ssemprit suntik untuk lebih dari sekali suntik. Pada penelitian didapatkan pemakaian satu semprit dengan beberapa jarum dapat menularkan virus hepatitis B.
·         Langkah 4 : pasang jarum pada semprit suntik dengan memasukan jarum pada mulut semprit penghubung.
·         Langkah 5: balikkan vial dengan mulut vial kebawah . masukkan cairan suntik dalam semprit. Gunakan jarum yang sama untuk menghisap kotrasepsi suntik  dan menyuntikan pada klien.
·         Catatan : Buang kebiasaan untuk tetap membiarkan 1 jarum menancap pada vial suntikan, dengan tujuan pemakaian beberapa kali. Cara ini akan menyebabkan hubungan langsung dari udara kedalam tabung sehingga kuman dapat masuk dan mencemari obat / kontrasepsi suntik.


Persiapan Daerah Suntikan
Langkah 1 : bersihkan kulit yang akan dengan kapas alcohol yang dibasahi oleh ethi 60 – 90%.
Langkah 2 : Biarkan kulit tersebut kering sebelum dapat disuntik.

Peralatan
·         Obat yang akan disuntikan
·         Semprit suntik dan jarumnya.
·         Alcohol 60 – 90 %
Teknik Suntikan
·         Kocok botol dengan baik, hindarkan terjadinya gelembung-gelembung udara. Keluarkan isinya.
·         Suntikan secara intramuscular dalam didaerah pantat. Apabila suntikan diberikan terlalu dangka, penyerapan kontrasepsi suntikan akan lambat dan tidak bekerja  segera dan efektif.
·         Depo Provera diberikan setiap 3 bulan
·         Noristerat diberikan setiap 2 bulan
·         Cyclofem 25 mg medroksi Progesteron Asetat dan 5mg estrogen Sipinoat diberikan setiap bulan. Di Indonesia di dapatkan haid teratur pada 85% peserta suntikan cyclofem.
Setelah Tindakan Suntik
Untuk jarum dan semprit sekali pakai :
·         Jangan memijat daerah suntik. Jelaskan pada klien bahwa obat akan terlalu cepat diserap.


·         Jangan masukkan kembali, dan jangan membengkokkan atau mematahkannya. Buang jarum dan semprit dalam kotak/tempat tahan robekan/tusukan/tembus, misalnya kotak kayu, botol plastic, atau kaleng yang mempunyai tutup. Botol bekas infuse dapat dipakai, tetapi ada kemungkinan tertembus/robek.
·         Letakkan kotak tersebut pada tempat yang mudah dijangkau dan mudah dibuka tanpa menggunakan benda tajam.
·         Kubur/bakar bila kotak tersebut telah 2/3 penuh.
Jarum dan tabung yang dipakai lebih dari sekali
Lakukan dekontaminasi dengan merendamnya dalam cairan Klorin 0,5% sehingga jarum dan tabung aman dipakai ulang (cairan klorin mematikan kuman hepatitis dan HIV). Setelah dekontaminasi, pisahkan jarum dan tabung. Bersihkan, cuci, dan sterilisasi dengan cara penguapan atau pemanasan kering atau disinfeksi tingkat tinggi sesuai proses yang telah dijelaskan. Otoklaf atau DTT dengan cara rebus. Bila menggunakan tabung kaca, pemanasan kering dapat dilakukan.

Petunjuk Penggunaan Alat Suntik “Autodisable”
1.      Periksa apakah kemasan alat suntik tidak rusak dan belum dibuka. Buang bila telah terbuka atau rusak.
2.      Buka bagian bawah kemasan dan keluarkan alat suntik tersebut.
3.      Tanpa menyentuh hub jarum, pasang alat suntik kejarum dengan kencang dan putar.
4.      Usapkan/bersihkan bagian atas vial dengan alkoholdan biarkan hingga kering.
5.      Buka tutup pelindung jarum. Jangan menggerakkan pendorong, dan jangan menyuntikkan udara kedalam vial, karena akan membuat alat suntik tidak berfungsi (disable)
6.      Ambil dan balikkan vial. Masukkan jarum kedalam vial.
7.      Jaga agar ujung jarum tetap dalam cairan. Jangan memasukkan udara kedalam alat suntik. Hal tersebut dapat mengakibatkan dosis tidak tepat. Tarik pendorong perlahan untuk mengisi alat suntik. Pendorong akan berhenti secara otomatis bila telah mencapai tanda batas 0,5 ml atau 1.0 ml, dan akan terdengar suara “klik”.
8.      Untuk mengeluarkan gelembung udara, biarkan jarum dalam vial dan pegang alat suntik dengan posisi tegak, dan ketuk tabung alat suntik. Kemudian secara perlahan tekan pendorong ke tanda batas dosis (0,5 ml atau 1 ml).
9.      Lepas/cabut jarum dari vial.
10.  Berikan suntikan sesuai petunjuk klinis.
11.  Tekan pendorong hingga dosis habis. Pendorong akan terkunci secara otomatis untuk mencegah agar alat suntik tidak terpakai ulang.
12.  Segera singkirkan/buang alat suntik tersebut kedalam wadah pembuangan jarum dan alat suntik. Jangan memasang tutup jarum kembali.





BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kontrasepsi suntik adalah kontrasepsi sementara yang paling baik, dengan angka kegagalan kurang dari 0,1% pertahun (Saifuddin, 1996). Suntikan KB tidak mengganggu kelancaran air susu ibu (ASI), kecuali Cyclofem. Suntikan KB mungkin dapat melindungi ibu dari anemia (kurang darah), memberi perlindungan terhadap radang panggul dan untuk pengobatan kanker bagian dalam rahim.
Kontrasepsi suntik memiliki resiko kesehatan yang sangat kecil, tidak berpengaruh pada hubungan suami-istri. Pemeriksaan dalam tidak diperlukan pada pemakaian awal, dan dapat dilaksanakan oleh tenaga paramedis baik perawat maupun bidan. Kontrasepsi suntik yang tidak mengandung estrogen tidak mempengaruhi secara serius pada penyakit jantung dan reaksi penggumpalan darah. Oleh karena tindakan dilakukan oleh tenaga medis/paramedis, peserta tidak perlu menyimpan obat suntik, tidak perlu mengingat setiap hari, kecuali hanya untuk kembali melakukan suntikan berikutnya. Kontrasepsi ini tidak menimbulkan ketergantungan, hanya saja peserta harus rutin kontrol setiap 1, 2 atau 3 bulan. Reaksi suntikan berlangsung sangat cepat (kurang dri 24 jam), dan dapat digunakan oleh wanita tua di atas 35 tahun, kecuali Cyclofem.
Progestin atau medroxyprogesterone diinjeksikan oleh tenaga kesehatan setiap tiga bulan sekali. Tersedia 2 tipe injeksi. Tipe yang pertama adalah yang disuntikkan ke jaringan otot di lengan maupun bokong, dan tipe kedua yaitu disuntikkan di bawah kulit. Masing-masing tipe sangat efektif.
Progestin mengganggu siklus menstruasi. Sekitar sepertiga wanita yang menggunakan kontrasepsi ini tidak mengalami menstruasi selama 3 bulan setelah injeksi pertama. Sedangkan sepertiga lainnya mengalami perdarahan tidak teratur dan bercak selama lebih dari 11 hari setiap bulannya. Setelah kontrasepsi ini digunakan selama beberapa waktu, perdarahan yang tidak teratur semakin jarang terjadi. Setelah 2 tahun, sebanyak 70% wanita tidak akan mengalami perdarahan sama sekali. Ketika injeksi dihentikan, menstruasi kembali teratur dalam waktu 6 bulan pada separuh wanita dan dalam waktu 1 tahun bagi tiga perempat wanita lainnya. Kesuburan mungkin saja belum kembali seperti semula sampai satu tahun setelah injeksi dihentikan.
Efek samping yang bisa muncul meliputi sedikit penambahan berat badan, sakit kepala, menstruasi tidak teratur atau tidak menstruasi, dan menurunnya kepadatan tulang untuk sementara waktu. Biasanya, kepadatan tulang akan kembali seperti semula setelah injeksi dihentikan. Orang yang mendapatkan suntikan kontrasepsi hormonal, terutama remaja dan wanita muda harus mengkonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D setiap hari untuk membantu memelihara kepadatan tulang.
Medroxyprogesterone tidak meningkatkan risiko penyakit kanker, termasuk kanker payudara. Medroxyprogesteron mengurangi risiko munculnya kanker endometrial, penyakit radang pelvis (infeksi pada organ reproduksi wanita bagian atas), dan anemia karena kekurangan zat besi. Interaksi dengan beberapa obat jarang ditemukan.
3.2 Saran
Tersedia suntik 1 bulan (estrogen + progesteron) dan 3 bulan (depot progesteron, tidak terjadi haid). Cukup praktis tetapi karena memasukkan hormon sekaligus untuk 1 atau 3 bulan, orang yang sensitif sering mengalami efek samping yang agak berat.

DAFTAR PUSTAKA
Notodiharjo, Riano. 2002. Reproduksi, Kontrasepsi, dan Keluarga Berencana. Yogyakarta : Kanisius.
Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 200
Saifuddin, A.B., 2006, Buku panduan Praktis pelayanan Kontrasepsi, Pk-54-PK58, Yayasan Bina Pustaka sarwono Prawirohardjo, Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar