/* Kotak Banner ===================== */ #Box-Banner-ads { margin: 0px; padding: 5px; text-align: center; } #Box-Banner-ads img { margin: 0px 8px 4px 0px; padding: 3px; text-align: center; border: 3px outset #c0c0c0; } #Box-Banner-ads img:hover { margin: 0px 8px 4px 0px; padding: 3px; text-align: center; border: 3px inset #333; }

Jumat, 08 Juni 2012

MAKALAH ASKEB V (KOMUNITAS) ”TABULIN,DONOR DARAH BERJALAN,& AMBULANCE DESA”



MAKALAH
ASKEB V (KOMUNITAS)
”TABULIN,DONOR DARAH BERJALAN,& AMBULANCE DESA”
DOSEN PENGAJAR:
HJ. RUSMASARI MARISYA,S.KM,M.AP





Di susun Oleh:Kelompok 6
NORHIKMAH                      032401SO10089
NOVEAWATY                      032401SO10092
NOVI DETY                          032401SO10093
NOVIA ZUVITA DEWI       032401SO10094
NOR AIDA SEPTIANA       032401SO10095

Kelas B (semester IV)


AKADEMI KEBIDANAN MARTAPURA
YAYASAN KOPRI KABUPATEN BANJAR
TAHUN AJARAN 2012/2013



KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb
Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat dan hidayahNya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “TABULIN,DONOR DARAH BERJALAN,& AMBULANCE DESA” yang diberikan oleh Ibu HJ. RUSMASARI MARISYA,S.KM,M,AP selaku Dosen ASKEB V (Komunitas). Kami berharap dengan adanya makalah ini, dapat memberikan tambahan pengetahuan serta membantu dalam proses pengajaran tentang Tabulin,Donor Darah Berjalan & Ambulance Desa.
Kami akan berterima kasih atas kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan dalam penyusunan makalah berikutnya. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Akhir kata kami mohon maaf yang sebesar – besarnya apabila terdapat kekeliruan ataupun kekurangan dalam penulisan makalah ini, semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan serta pengetahuan bagi kita semua.
 Wassalamualaikum Wr.Wb.
Martapura, Februari 2012

Penyusun

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................................ i
KATA PENGANTAR.............................................................................................. ii
DAFTAR ISI............................................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN
1.2 Latar Belakang...................................................................................................... 1
1.3 Manfaat Penulisan................................................................................................ 1

BAB II ISI
2.1 Tabulin................................................................................................................. 2
2.1.1 Definisi Tabulin.......................................................................................... 2
2.1.2 Manfaat Tabulin......................................................................................... 2
2.1.3 Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam tabulin.......................... 2
2.1.4 Indikator keberhasilan dalam tabulin......................................................... 2
2.1.5 Mekanisme Tabulin.................................................................................... 3
2.2 Donor Darah Berjalan.......................................................................................... 3
2.2.1 Definisi Donor darah Berjalan................................................................... 3
2.2.2 Manfaat Donor Darah................................................................................ 4
2.2.3 Tahapan Donor Darah Berjalan.................................................................. 7
2.3 Ambulance Desa.................................................................................................. 8
2.3.1 Definisi Ambulance Desa................................................................................. 8
2.3.2 Tujuan Ambulance Desa................................................................................... 8
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan.......................................................................................................... 10
3.2 Saran................................................................................................................ .... 10
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penulisan
Peran serta masyarakat proses dimana individu,keluarga,lembaga swadaya masyarakat,dunia usaha dan masyarakat luas pada umumnya.
Bidan bersama sector yang bersangkutan menggerakan peran serta masyarakat dalam bentuk Pengorganisasian masyarakat Adalah proses pembentukan organisasi di masyarakat dan dapat mengidentifikasi kebutuhan prioritas dari kebutuhan tersebut, serta mengembangkan keyakinan dan berusaha memenuhi atas sumber – sumber yang ada di masyarakat.

1.2 Tujuan Penulisan
Meningkatkan jumlah dan mutu upaya masyarakat dibidang kesehatan. Meningkatkan kemampuan tokoh masyarakat dalam merintis dan menggerakan usaha kesehatan di masyarakatnya dan Meningkatkan kemampuan organisasi masyarakat dalam penyelenggaraan upaya kesehatan sert Meningkatnya kemampuan masyarakat dan organisasi masyarakat dalam menggali, menghimpun dan mengelola dana/sarana masyarakatuntuk upaya kesehatan.








BAB II
ISI

2.1 TABULIN

2.1.1 Definisi Tabulin
Tabulin adalah tabungan yang dipersiapkan untuk persalinan yang dilakukan pada pasangan suami istri yang merencanakan kehamilannya.

2.1.2 Manfaat Tabulin
            Manfaat tabulin diantaranya sebagai tabungan/simpanan itu yang digunakan untuk persalinan atau sesudah persalinan.Ibu dan keluarga tidak mersa terbebani biaya persalinan.

2.1.3 Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam tabulin :
·         Pengalokasian / pemanfaatan pembiayaan kesehatan.
·         Identifikasi sumber dana yang sudah ada dan yang akan dikembangkan.
·         Cara pengelolaan dan pembelajaran perlu kejelasan dalam hal mekanisme pengumpulan dana, kesempatan pengelolaan dan sistem kontrak.
·         Kesiapan keluarga dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembiayaan kesehatan yang telah dan akan dikembangkan.

2.1.4 Indikator keberhasilan dalam tabulin :
o   Dana terhimpun, masyarakat yang berpartisipasi dalam pembiayaan kesehatan masyarakat.
o   Pengalokasian tepat sasaran sesuai berbagai kebutuhan kesehatan (promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif).
o   Pengelolaan dan pemanfaatan tertib, mudah, lancar.
o   Kegiatan yang berkesinambungan.
            Tabulin atau tabungan ibu bersalin merupakan bagian dari program yang ada, dimana Ikatan Bidan Indonesia (IBI) selaku mitra Depkes dan BKKBN turut membina masyarakat untuk sosialisasi program ini. Selain itu utk biaya melahirkan, Tabulin juga bisa dipakai sebagai penunjang biaya pasca persalinan. Beragam penyuluhan yang menjadi program penting dalam siaga ini, karena dalam penyuluhan warga selalu diingatkan akan biaya kehamilan akan 3 TERLAMBAT, yaitu terlambat mengenali tanda bahaya , terlambat sampai RS dan terlambat mendapat pertolongan bidan / dokter. Juga bahaya 4 TERLALU yaitu : terlalu sering, terlalu muda, terlalu tua,terlalu banyak. Yang merupakan faktor resiko terjadinya komplikasi persalinan.
Sebelum ada desa siaga sudah dimulai dengan tabungan Ibu bersalin (Tabulin). Jadi kita menerangkan ke Ibu hamil dan keluarganya, meskipun kaya. Justru orang kaya tersebut memberikan contoh kepada orang-orang yang tidak mampu untuk menabung. Dan Ibu hamil di berikan buku yang dibawa setiap pemeriksaan.

2.1.5 Mekanisme Tabulin
Tabungan itu terbentuk berdasarkan RW atau Posyandu, bila Posyandunya empat, maka tabungannya ada empat di desa itu.
Ada pun manfaat dari tabulin antara lain :
·         Sebagai tabungan / simpanan itu yang digunakan untuk biaya persalinan atau sesudah persalinan.
·         Ibu dan keluarga tidak merasa terbebani terhadap biaya persalinan.

2.2 DONOR DARAH BERJALAN

2.2.1 Definisi Donor darah Berjalan
            Donor darah berjalan adalah donor yang dilakukan tiap hari. Donor darah berjalan ini adalah program PMI untuk memenuhi pasokan darah di PMI karena PMI sering mengalami kekurangan pasokan darah sedangkan yang membutuhkan donor darah sangat banyak.
            Donor darah berjalan merupakan salah satu strategi yang dilakukan Departemen Kesehatan dalam hal ini direktorat Bina Kesehatan Ibu. Melalui program pemberdayaan perempuan, keluarga dan masyarakat, dalam upaya mempercepat penurunan AKl.
Donor darah berjalan adalah para donor aktif yang kapan saja bisa dipanggil. Termasuk kerja mobil ambulance dilapangan yang mendatangi instansi pemerintahan dan swasta terkait sediaan darah lewat program yang mereka buat.
Untuk menguatkan program tersebut Menteri Kesehatan Dr.dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K) mencanangkan dimulainya penempelan stiker perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) secara nasional. Dengan pencanangan ini, semua rumah yang di dalamnya terdapat ibu hamil akan ditempeli stiker berisi nama, tanggal taksiran persalinan, penolong persalinan, tempat persalinan, pendamping persalinan, transportasi dan calon pendonor darah. Dengan demikian, setiap kehamilan sampai dengan persalinan dan nifas dapai dipantau oleh masyarakat sekitar dan tenaga kesehatan sehingga persalinan tersebut berjalan dengan aman dan selamat.

Kebutuhan akan darah dari tahun ke tahun semakin meningkat yaitu mencapai 3 juta kantong per tahun. Sementara PMI setiap tahunnya hanya dapat mengumpulkan sekitar 1.2 juta kantong. Masih kurangnya jumlah kantong darah yang harus dikumpulkan disebabkan masih minimnya geliat masyarakat untuk mendonorkan darah mereka. Oleh karena itu perlu dilakukan penggalangan Donor Darah Sukarela (DDS).

2.2.2 Manfaat Donor Darah
Selain segi sosial dan derma yang dapat dijadikan dorongan mengapa kita perlu mendonorkan darah secara rutin, terdapat beberapa manfaat medis dari donor darah secara teratur. Donor darah terutama baik bagi mereka yang memiliki kandungan besi dalam darah berlebihan karena besi yang berlebih cenderung akan menumpuk pada berbagai organ vital seperti jantung, liver, ginjal dan mengganggu fungsinya (hemokromatosis). Selain itu, beberapa penelitian medis, walaupun belum sempurna dijelaskan secara medis, mengemukakan bahwa donor darah rutin akan membantu kelancaran aliran darah (sistem kardiovaskular). Pengurangan kekentalan darah sehingga menjamin kelancaran suplai darah bagi tubuh tersebut ditengarai menyebabkan efek positif bagi jantung, sehingga pernah ada penelitian yang menyatakan bahwa donor darah rutin mampu membantu mengurangi angka kejadian serangan jantung pada pria.
Mungkin kekhawatiran efek samping dari donor darah seperti yang dijadikan alasan bagi kebanyakan dari kita adalah benar, namun angka kejadiannya jarang. Dengan berbagai tahapan persiapan dan skrining sebelum mendonor maka semua efek samping tersebut nyaris tidak akan terjadi. Kekhawatiran akan terjadinya kekurangan darah (anemia) misalnya. Dengan pemeriksaan kadar Hb sebelumnya maka hal tersebut dapat dicegah. Selama Hb orang dewasa diatas 12, donor darah relatif aman untuk dilakukan, malah dianjurkan. Memar dapat terjadi pada bekas tusukan jarum, namun jarang luas dan hilang sempurna tidak lebih dari setengah minggu. Salah satu yang lumayan sering dijumpai adalah terjadinya reaksi hipovolemia yang berupa tekanan darah turun mendadak pasca donor sehingga membuat si pendonor merasa pusing, lemas dan mual.
            Hal ini dapat dicegah misalnya dengan menanyakan sebelumnya adakah riwayat kejadian tersebut pada donor sebelumnya, atau apakah ada riwayat penyakit tertentu, memeriksa tekanan darah sebelumnya, sesudah donor maka berbaring sekitar 10 menit lebih dulu sebelum berdiri dan berjalan, serta dengan diberikannya makanan dan minuman manis segera setelah donor. Kekhawatiran untuk terinfeksi penyakit serius seperti HIV misalnya, adalah berlebihan. Selama peralatan seperti jarum yang dipakai adalah steril dan masih baru, hal tersebut pastinya dapat dicegah. Justru resiko terinfeksi lebih besar terjadi pada mereka yang menerima transfusi darah ketimbang si pendonor karena beberapa ketidaksempurnaan dalam skrining darah.
            Dari sudut medis tindakan menyumbang darah merupakan kebiasaan baik bagi kesehatan pendonor. Salah satunya, dengan berdonor darah secara teratur secara tidak langsung pendonor telah melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur pula. Karena sebelum mendonorkan darah terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan secara lengkap.
Darah yang disumbangkan dapat expired (kedaluwarsa) bila tidak terpakai. Sel-sel darah merah harus digunakan dalam 42 hari. Platelet harus digunakan dalam 5 hari, dan plasma dapat dibekukan dan digunakan dalam jangka waktu 1 tahun. Selain itu, donor darah akan membantu menurunkan risiko terkena serangan jantung dan masalah jantung lainnya. Penelitian menunjukkan, mendonorkan darah akan mengurangi kelebihan zat besi dalam tubuh. Walau masih perlu penelitian lagi untuk memastikannya, kelebihan zat besi diduga berperan menimbulkan kelainan pada jantung. Kelebihan itu akan membuat kolesterol jahat (LDL) membentuk ateros/derosis (plak lemak yang akan menyumbat pembuluh darah).
Jika donor darah dilakukan 2-3 kali setahun, atau setiap 4 bulan sekali, diharapkan kekentalan darah berkurang sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya penyumbatan pembuluh darah. Sistem produksi sel - sel darah juga akan terus terpicu untuk memproduksi sel-sel darah baru yang akan membawa oksigen keseluruh jaringan tubuh. Sirkulasi darah yang baik akan meningkatkan metabolisme dan merevitalisasi tubuh.

Siklus pembentukan sel-sel darah baru yang lancar dan metabolisme tubuh yang berjalan baik, membuat berbagai penyakit dapat dihindarkan. Selama 24 jam setelah berdonor maka volume darah akan kembali normal. Sel-sel darah akan dibentuk kembali dalam waktu 4-8 minggu.
Merupakan salah satu kegiatan yang diadakan didesa-desa yang ingin menyukseskan program Desa Siaga. Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya menurunkan angka kematian ibu melalui penyaluran donor darah untuk ibu hamil atau ibu bersalin yang membutuhkannya. Kegiatan donor darah berjalan melibatkan peran serta masyarakat, khususnya keluarga dari ibu hamil dan ibu bersalin. Masyarakat diharapkan dapat membangun sistem jaringan donor darah dalam suatu kelompok masyarakat desa, sehingga dalam situasi darurat donor secepatnya dapat diberikan kepada ibu melahirkan.
Secara umum proses pembentukan donor darah berjalan hampir sama dengan pembentukan dana sehat hanya saja pada tahap sosialisasi memerlukan bantuan dari palang merah indonesia ( PMI ) untuk menjelaskan masalah donor darah agar masyarakat bertambah pengetahuannya. Dengan demikian diharapkan dapat terjadi peningkatan peran serta masyarakat dalam pelaksanaan donor darah. Pelaksanaan kegiatan donor darah berjalan melibakan seluruh anggota masyarakat termasuk ibu hamil. Pada tahap awal, setiap ibu hamil diharapkan memiliki lima orang dewasa dalam keluarganya untuk diikutsertakan dalam proses pemeriksaan kehamilan dan pemberian konseling mengenai segala persiapan kehamilan dan dalam menghadapi persalinan. Kelima orang tersebut diperiksa golongan darahnya untuk persiapan sebagai pendonor apabila terjadi perdarahan apabila sewaktu-waktu, seorang ibu hamil atau ibu bersalain memerlukan donor darah, bidan dapat segera menghubungi anggota keluarganya yang memiliki golongan darah yang sama. Sistem sederhanai ini diharapkan dapat memberikan dampak besar terhadap keberhasilan program Desa Siaga terutama untuk menurunkan angka kematian ibu hamil, bersaln, nifas , serta bayi.

2.2.3 Tahapan Donor Darah Berjalan
Adapun donor darah dapat dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu :
1.      Fasilitasi warga untuk menyepakati pentingnya mengetahui golongan darah.
2.      Jika warga belum mengetahui golongan darahnya, maka perlu dilakukan pemeriksaan golongan darah bagi seluruh warga yang memenuhi syarat untuk menjadi donor darah.
3.      Hubungi pihak Puskesmas untuk menyelenggarakan pemeriksaan darah. Jika Puskesmas tidak mempunyai layanan pemeriksaan darah, maka mintalah Puskesmas melakukan rujukan. Jika diperlukan hubungi unit tranfusi darah PMI terdekat.
4.      Buatlah daftar golongan darah ibu hamil dan perkiraan waktu lahir, kumpulkan nama warga yang mempunyai golongan darah yang sama dengan ibu hamil. Catat nama dan alamat mereka ataupun cara menghubungi yang tercepat dari semua warga yang bergolongan darah sama dengan ibu hamil.
5.      Usahakan semua ibu hamil memiliki daftar calon donor darah yang sesuai dengan golongan darahnya.
6.      Buatlah kesepakatan dengan para calon donor darah untuk selalu siap 24 jam, sewaktu-waktu ibu hamil memerlukan tranfusi.
7.      Buat kesepakatan dengan Unit Tranfusi darah, agar para warga yang telah bersedia menjadi pendonor darah diprioritaskan untuk diambil darahnya, terutama tranfusi bagi ibu bersalin yang membutuhkannya.
8.      Kader berperan memotivasi serta mencari sukarelawan apabila ada salah seorang warganya yang membutuhkan darah.
                       
2.3 AMBULANCE DESA

2.3.1 Definisi Ambulance Desa
o   Ambulans desa adalah  mobil milik warga yang secara sukarela disiagakan untuk membantu ibu hamil yang telah tiba masa persalinannya atau ibu hamil yang diharuskan untuk memeriksakan diri ke fasilitas yang lebih memadai dari apa yang ada di tempat ia tinggal.
o   Ambulan desa adalah salah satu bentuk semangat gotong royong dan saling peduli sesama warga desa dalam sistem rujukan dari desa ke unit rujukan kesehatan yang berbentuk alat transportasi.
o   Ambulan desa adalah suatu alat transportasi yang dapat digunakan untuk mengantarkan warga yang membutuhkan pertolongan dan perawatan di tempat pelayanan kesehatan.

2.3.2 Tujuan Ambulance Desa
a)      Tujuan Umum
Membantu mempercepat penurunan AKI karena hamil, nifas dan melahirkan.
b)      Tujuan Khusus
Mempercepat pelayanan kegawat daruratan masa1ah kesehatan, bencana serta kesiapsiagaan mengatasi masalah kesehatan yang terjadi atau mungkin terjadi.

2.3.3 Sasaran Ambulance Desa
            Pihak-pihak yang berpengaruh terhadap perubahan prilaku individu dan keluarga yang dapat menciptakan iklim yang kondusif terhadap perubahan prilaku tersebut. Semua individu dan keluarga yang tanggap dan peduli terhadap permasalahan kesehatan dalam hal ini kesiapsiagaan memenuhi sarana transportasi sebagai ambulan desa.

2.3.4 Kriteria Ambulance Desa
c)      Kendaraan yang bermesin yang sesuai standart ( mobil sehat ).
d)     Mobil pribadi, perusahaan, pemerintah pengusaha .
e)      ONLINE (siap pakai)















BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Peran serta masyarakat adalah rangkaian kegiatan masyarakat yang dilakukan berdasarkan gotongroyong dan swadaya masyarakat dalam rangka menolong mereka sendiri mereka sendiri mengenal, memecahkan masalah, dan kebutuhan yang dirasakan masyarakat,baik dalam bidang kesehatan maupun dalam bidang yang berkaitan dengan kesehatan agar mampu memelihara kehidupannya yang sehat dalam rangka meningkatkan mutu hidup dan kesejahteraan masyarakat.
3.2 Saran

1.      Untuk masyarakat pada umumnya perlu ditingkatkan adanya peran serta dukungan masyarakat pada ibu bersalin.
2.      Untuk bidan, harus lebih mengetahui peran masyarakat dan keluarga dalam pengambilan keputusan persalinan.
3.      Untuk mahasiswa perlu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan agar dapat ikut berperan serta untuk meningkatkan peran masyarakat dan keluarga dalam pengambilan keputusan.

DAFTAR PUSTAKA
Ilmu kesehatan masyarakat oleh Syafrudin, SKM, M.Kes; Theresia EVK, SST, SKM; Dra. Jomima, M.Kes
Bidan Menyongsong Masa Depan, PP IBI. Jakarta.Depkes. (2007).
 Kurikulum dan Modul Pelatihan Bidan Poskesdes dan Pengembangan Desa Siaga. Depkes. Jakarta.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar